Rabu, 01 April 2015

Tata laku, profesi dan etika dalam bidang IT

Pengertian Etika
Kata etika berasal dari bahasa yunani dari kata ethos yang berarti kebiasaan atau sifat sedangkan yang kedua dari kata ethos, yang artinya peasant batin atau kecenderungan batin yang mendorong manusia dalam perilakunya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti sebagai berikut :
 Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
Nilai mengenai benar dan salah dianut suatu golongan masyarakat.
Atau etika merupakan refleksi atau apa yang disebut dengan self kontrol, karena segala seseuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Pengertian Profesi dan Profesional
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan berkaitan dengan keahlian khusus dalam bidang pekerjaannya.
Profesional adalah orang yang mempunyai atau menjalankan profesi dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan luhur. Dalam melaksanakan tugas profesinya, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen , benci, sikap malas dan enggan bertindak.
Seorang profesional dituntut memiliki :
Pengetahuan
Penerapan keahlian
Tanggung jawab sosial
Pengendalian diri
Etika bermasyarakat sesuai  dengan profesinya.        

Profesi di Bidang Teknik Informatika
Secara umum, pekerjaan di bidang TI terbagi dalam 4 kelompok, yakni:
Mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang sistem operasi database maupun sistem aplikasi. Pada kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
Analysis System, bertugas menganalisa sistem yang hendak diimplementasikan, mulai dari analisa proses dan alur sistem, kelebihan dan kekurangannya, studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan, dan lainnya.
 Programmer, bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis, yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi).
Web Designer, bertugas melakukan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
Web Programmer, bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya.
Mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
Technical engineer, bertugtas dalam bidang teknik, baik dalam pemeliharaan maupun dalam perbaikan perangkat komputer.
Networking engineer, bertugas dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenancesampai pada troubleshootingnya.
Mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
Operator Electronic Data Processing (EDP), bertugas mengoperasikan program atau aplikasi yang berhubungan dengan EDP dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
System administrator, menghandle administrasi dalam sebuah sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal yang berhubungan dengan pengaturan operasional dalam sebuah sistem.
Management Information System (MIS) Director, memiliki wewenang paling tinggi dalam sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sisem tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya.
Dan lainnya seperti mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis teknologi informasi. Pada  bagian ini, tugasnya diidentifikasikan dalam pengelompokan kerja di berbagai sektor industri teknologi informasi
Etika Komputer
Etika komputer adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan penggunaan komputer. Jumlah interaksi manusia dengan komputer yang terus meningkat dari waktu ke waktu membuat etika komputer menjadi suatu peraturan dasar yang harus dipahami oleh masyarakat luas.
Sejarah dan Perkembangan Etika Komputer 
Komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973 Penemuan komputer pada tahun 1973 ini menjadi tonggak lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.
Generasi I (Era 1940-an)
Terdapat 2 peristiwa penting pada tahun 1940-an yaitu Perang Dunia II dan lahirnya teknologi komputer. Selama Perang Dunia II, Profesor Norbert Wiener mengembangkan sebuah meriam antipesawat yang mampu melumpuhkan setiap pesawat tempur yang melintas di sekitarnya. Pengembangan senjatatersebut memicu Wiener untuk memperhatikan aspek lain selain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu etika. Dalam penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dari perkembangan teknologi informasi yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul Cybernetics: Control and Communication in the Animal and Machine. Penelitian Wiener masih terus berlanjut hingga tahun 1950-an. Meskipun Wiener tidak pernah menggunakan istilah etika komputer dalam setiap bukunya, konsep pemikirannya telah menghasilkan fondasi yang kuat dalam perkembangan etika komputer di masa mendatang.
Generasi II (Era 1960-an)
Meningkatnya jumlah penggunaan komputer pada era tersebut membuat Donn Parker dari SRI International Menlo Park California melakukan berbagai penelitian terhadap penggunaan komputer secara ilegal. Menurut Parker, kejahatan komputer terjadi karena kebanyakan orang mengabaikan etika dalam penggunaan komputer. Pemikiran Parker menjadi pelopor kode etik profesi di bidang komputer (Kode Etik Profesional).
Generasi III (Era 1970-an)
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence memicu perkembangan program-program komputer yang memungkinkan manusia berinteraksi secara langsung dengan komputer, salah satunya adalah ELIZA. Program psikoterapi Rogerian ini diciptakan oleh Joseph Weizenbaum dan mengundang banyak kontroversi karena Weizenbaum telah melakukan komputerisasi psikoterapi dalam bidangkedokteran. Istilah etika komputer kemudian digunakan oleh Walter Maner untuk menanggapi permasalahan yang ditimbulkan oleh pemakaian komputer pada waktu itu. Era ini terus berlanjut hingga tahun 1980-an dan menjadi masa kejayaan etika komputer, khususnya setelah penerbitan buku teks pertama mengenai etika komputer yang ditulis oleh Deborah Johnson dengan judulComputer Ethics.
Generasi IV (Era 1990-an)
Penelitian dan pelatihan etika komputer berkembang pesat mulai tahun 1990 hingga saat ini. Berbagai konferensi, riset, jurnal, artikel dan buku mengenai etika komputer terus berkembang sehingga masyarakat dunia menyadari pentingnya etika dalam penggunaan komputer. Etika komputer juga menjadi dasar lahirnya peraturan atau undang-undang mengenai kejahatan komputer.
Etika Profesional Komputer
Dari penjelasan diatas maka etika profesional  komputer adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan  dengan profesi seseorang dibidang komputer.
Secara umum perilaku etis yang diharapkan dari para profesional komputer :
Jujur dan adil
Memegang kerahasiaan
Memelihara kompetensi profesi
Memahami hukum yang terkait
Menghargai dan melindungi kerahasiaan pribadi
Menghindari merugikan pihak lain
Menghargai hak milik


Berbagai contoh kode etik profesi komputer :
IEEE-CS/ACM (Software Engineering Code of Ethics and Professional Practice) (http://www.acm.org/about/se-code).
ACM Code of Ethics and Professional Conduct (http://www.acm.org/about/code-of-ethics).
British Computer Society Code of Conduct and Code of Good Practice (http://www.bcs.org/upload/pdf/conduct.pdf  dan http://www. bcs.org/upload/pdf/cop.pdf)
IEEE-CS/ACM Code of Ethics and Professional Practice
Dikembangkan berdasarkan 8 prinsip :
Kepentingan umum
Klien dan atasan
Produk
Keputusan
Manajemen
Profesi
Rekan sejawat
Diri sendiri

Isu – isu Pokok Etika Komputer
Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer atau computer crime adalah kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan komputer terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini. Beberapa jenis kejahatan komputer meliputi Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran virus, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.

Netiket
Internet merupakan aspek penting dalam perkembangan teknologi komputer. Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan komputer di dunia sehingga komputer dapat mengakses satu sama lain. Internet menjadi peluang baru dalam perkembangan bisnis, pendidikan, kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui internet, interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan sebuah aturan baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet. Standar netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator, perancang jaringan dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.
E-commerce
Berkembangnya penggunaan internet di dunia berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan perdagangan negara. Melalui internet, transaksi perdagangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Akan tetapi, perdagangan melalui internet atau yang lebih dikenal dengan e-commerce ini menghasilkan permasalahan baru seperti perlindungan konsumen, permasalahan kontrak transaksi, masalah pajak dan kasus-kasus pemalsuan tanda tangan digital. Untuk menangani permasalahan tersebut, para penjual dan pembeli menggunakan Uncitral Model Law on Electronic Commerce1996 sebagai acuan dalam melakukan transaksi lewat internet.
Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet menyebabkan terjadinya pelanggaran HAKI seperti pembajakan program komputer, penjualan program ilegal dan pengunduhan ilegal.
Tanggung Jawab Profesi
Berkembangnya teknologi komputer telah membuka lapangan kerja baru seperti programmer, teknisi mesin komputer, desainer grafis dan lain-lain. Para pekerja memiliki interaksi yang sangat tinggi dengan komputer sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai etika komputer dan tanggung jawab profesi yang berlaku.
Undang Undang yang mengatur tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia
 UU HAKI (Undang-undang Hak Cipta) yang sudah disahkan dengan nomor 19 tahun 2002 yang diberlakukan mulai tanggal 29 Juli 2003 didalamnya diantaranya mengatur tentang hak cipta.
 UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang sudah disahkan dengan nomor 11 tahun 2008 yang didalamnya mengatur tentang : 

1. Pornografi di Internet
2. Transaksi di Internet
3. Etika pengguna Internet

Pedoman Tambahan Profesional TI
Pahami apa itu keberhasilan
Pengembang (terutama) dan pengguna sistem komputer harus melihat keberhasilan sebagai sesuatu yang melampaui sekedar penulisan kode program.
Kembangkan untuk pengguna
Untuk menghasilkan sistem yang berguna dan aman, pengguna harus dilibatkan dalam tahap-tahap pengembangan sistem.
Rencanakan dan jadwalkan secara seksama
Memperhatikan kedetilan, lakukan dengan seksama dan hati-hati sewaktu membuat perencanaan dan penjadwalan proyek serta sewaktu membuatkan penawaran.
Mengkaji penggunaan kembali perangkat lunak
Jangan mengasumsikan bahwa perangkat lunak yang sudah ada aman dan dapat digunakan kembali.
Melindungi
Perlu jaminan yang meyakinkan akan keamanan sistem.
Jujur
Jujur dan terbuka mengenai kemampuan, keamanan, dan keterbatasan dari perangkat lunak.

Bagaimana Menghadapi Masalah Terkait Dengan Etika
Bagaimana Menghadapi Masalah Profesional yang terkait Etika?
Brainstorming (sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis)
Daftarkan risiko, isu, masalah, dan akibat yang ada
Daftarkan pihak-pihak yang terlibat
Daftarkan tindakan/perbuatan yang mungkin

Analisis
Identifikasi tanggung jawab dari pembuat keputusan
Identifikasi hak-hak dari pihak-pihak yang terlibat
Pertimbangkan dampak dari pilihan-pilihan tindakan terhadap pihak-pihak tersebut.
Temukan pedoman dalam kode etik profesi anda (jika ada). Kategorikan tiap pilihan tindakan sebagai “wajib secara etis”, “dilarang secara etis”, atau “dapat diterima secara etis”
Pertimbangkan manfaat dari tiap pilihan tindakan, dan pilihlah salah satu.

Ciri – ciri Profesionalisme
Memiliki ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi 
Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan 
Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya 
Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya. 
Teknologi informasi merupakan rekayasa ilmu dalam pengolahan data menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Ada tiga komponen dalam TI yaitu Hardware, brainware, dan software. Pengertian hardware sendiri adalah perangkat keras yang dibutuhkan untuk mambantu dalam pengolahan database. Brainware adalah kulitas sumber daya manusia yang melakukan kegiatan pengolahan data. Sedangkan software adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengoperasikan computer. Kemudian profesi dalam bidang Teknologi Informasi ini sangat beragam sekali dan pekerjaan yang tersedia semakin bervariasi. Bidang teknologi dan informasi (IT) merupakan salah satu bidang karir yang semakin hari semakin berkembang dan banyak peminatnya. Hal ini didukung oleh semakin berkembangnya penggunaan software/hardware yang dipakai dalam organisasi perusahaan maupun industri. Selain itu berkembangnya penggunaan internet, website dan penunjang bisnis bersifat E (e-Businees, e-Learning, e-Commerce, dsb) semakin menambah variasi ini dengan banyaknya alternatif yang bisa digunakan dalam kaitannya dengan pengembangan potensi seseorang. 
Berdasarkan hal-hal yang telah dijelaskan diatas dapat dikembangkan bahwa terdapat 4 Kelompok Profesi dalam bidang Teknologi Informasi :
Kelompok Pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software) baik mereka yang merancang sistem operasi, database maupun sistem aplikasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya : 
System analyst: orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, tentang kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan. 
Programmer: orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya. Web designer: orang yang melakukan kegiatan perecanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web. Web programmer: orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer yaitumembuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya. 
Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaanpekerjaan seperti : 
Technical engineer (atau teknisi): orang yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer. 
Networking engineer: orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya. 
Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti: 
EDP operator : orang yang bertugas untuk mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya. 
System administrator: orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem. 
MIS director : orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem tersebut secara keseluruhan baik hardware, software maupun sumber daya manusianya. 
Kelompok keempat, adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis Teknologi Informasi. Pada bagian ini, pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja di berbagai sektor di industri Teknologi Informasi

Etika Profesi di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
Teknologi, Informasi dan Komunikasi bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan ilmunya ataut menjalankan profesi IT bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas. 
Profesi IT juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan lain-lain. Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri.
Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman. Pada kesempatan saat ini, bagaimana kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat(sebutan bagi orang yang bekerja di bidang IT) dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan IT kedepan . Bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun bernegara.

Standarisasi (Etika Profesi)
Standarisasi Profesi TI Menurut SRIG-PS SEARCC Adalah jenis pengelompokan lain untuk pekerja di kalangan teknologi informasi. Yang sering digunakan adalah pengklasifikasian standarisasi profesi di bidang teknologi informasi menurut SRIG-PS SEARCC.
SEARCC ( South Asia Regional Computer Confideration ) merupakan suatu forumatau badan yang beranggotakan himpunan professional IT ( Information Technology-Teknologi Informasi ) yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada Februari 1978, di Singapura oleh 6 ikatan computer dari Negara-negara tetangga seperti Hongkong, Indonesia Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Indonesia sebagai anggota SEARCC telah aktif turu serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIG-PS ( Special Regional Interest Group on Professional Standarisation ) yang mencoba merumuskan standarisasi pekerjaan dalam dunia teknologi informasi.
Model SEARCC untuk pembagian jobdalam lingkungan TI merupakan model 2 dimensi yang mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan.
Beberapa kriteria menjadi pertimbangan dalam mengembangkan klasifikasi job ini,  yaitu:
Cross Country, cross-enterprise applicability Ini berarti bahwa job yang diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap Negara pada region tersebut,serta memiliki kesamaan pemahaman atas setiap fungsi pekerjaan.
Function Oriented bukan tittle oriented Klasifikasi pekerjaan berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau title yang diberikan dapat saja berbeda, tapi yang penting fungsi yang diberikan pada pekerjaan tersebut sama. Gelar atau title dapat berbeda pada Negara yang berbeda.
Testable / certificable Klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu bahwa fungsi yang didefinisikan dapat diukur / diuji.
Applicable Fungsi yang didefinisikan harus dapat diterakan pada region masing-masing.

Sumber:https://www.academia.edu/10012884/ETIKA_PROFESI_DAN_ETIKA_PROFESI_DALAM_BIDANG_TEKNIK_INFORMATIKA_Anggota_Arif_Yusuf_Budiman

Sabtu, 17 Januari 2015

Tugas pertemuan 4 smt7 Telematika Serta Pemanfaatannya

Pengertian Telematika Serta Pemanfaatannya

Telematika Merupakan Teknologi Komunikasi Jarak Jauh, Yang Menyampaikan Informasi Satu Arah, Maupun Timbal Balik, Dengan Sistem Digital. Pengertian Telematika Sendiri Lebih Mengacu Kepada Industri Yang Berhubungan Dengan Penggunakan Komputer Dalam Sistem Telekomunikasi. Yang Termasuk Dalam Telematika Ini Adalah Layanan Dial-Up Ke Internet Maupun Semua Jenis Jaringan Yang Didasarkan Pada Sistem Telekomunikasi Untuk Mengirimkan Data. Internet Sendiri Merupakan Salah Satu Contoh Telematika. Telematika Menunjuk Pada Hakikat Cyberspace Sebagai Suatu Sistem Elektronik Yang Lahir Dari Perkembangan Dan Konvergensi Telekominikasi, Media, Dan Informatika.

Para Praktisi Menyatakan Bahwa TELEMATICS Adalah Singkatan Dari TELECOMMUNICATION And INFORMATICS Sebagai Wujud Dari Perpaduan Konsep Computing And Communication. Istilah Telematics Juga Dikenal Sebagai “The New Hybrid Technology” Yang Lahir Karena Perkembangan Teknologi Digital. Perkembangan Ini Memicu Perkembangan Teknologi Telekomunikasi Dan Informatika Menjadi Semakin Terpadu Atau Populer Dengan Istilah Konvergensi.

1.1. Manfaat Telematika
Selaras Dengan Pengertian Telematika Sebagai Sarana Komuikasi Jarak Jauh, Maka Manfaat Dari Telematika Antara Lain :
1. Penyampai Informasi. Telematika Digunakan Sebagai Penyampai Informasi Agar Orang Yang Melakukan Komunikasi Menjadi Lebih Berpengetahuan Dari Sebelumnya. Bertambahnya Pengetahuan Manusia Akan Meningkatan Keterampilan Hidup, Menambah Kecerdasan, Meningkatkan Kesadaran Dan Wawasan.

2. Sarana Kontak Sosial Hidup Bermasyarakat. Interaksi Sosial Menimbulkan Kebersamaan, Keakraban, Dan Kesatuan Yang Akan Melahirkan Kerjasama. Telematika Menjadi Penghubung Diantara Peserta Kerjasama Tersebut, Walaupun Mereka Tersebar Dimana-Mana. Telematika Menjembatani Proses Interaksi Sosial Dan Kerjasama Sehingga Menghasilkan Jasa Yang Memiliki Nilai Tambah Dibanding Hasil Perseorangan.

3. Perkembangan Telematika Dalam Teknologi Informasi Dan Penerapan Nyata Penggunaanya
Di Zamam Pra-Sejarah, Manusia Mengkomunikasikan Pikiran, Pengetahuan, Dan Gagasannya Ke Lingkungan Sosialnya Secara Verbal. Dan Dalam Beberapa Kasus, Dengan Menggunakan Simbol-Simbol Material Berupa Ukiran Pada Batu, Dinding Gua, Dan Lain Sebagainya. Komunikasi Tertulis Yang Mula-Mula Dikembangkan Memungkinkan Informasi Untuk Disimpan Dan Dibaca Oleh Orang-Orang Lain Di Waktu-Waktu Kemudian. Penyimpanan Dan Pengalihan Informasi Melalui Teknologi Umumnya Berlangsung Secara Lamban, Mahal Dan Membutuhkan Banyak Tenaga.
Dengan Ditemukannya Teknologi Cetak (Printing Technology), Informasi Dapat Dialihkan Ke Lebih Banyak Orang, Di Wilayah Yang Lebih Luas Dan Dengan Biaya Yang Lebih Murah. Di Peralihan Milenium Sekarang Ini, Perkembangan Media Elektronik, Mencakup Radio, Televisi Dan Telepon Telah Memungkinkan Penurunan Waktu Pengalihan Informasi Secara Dramatik.

2.1. Contoh Nyata Penggunaan Telekomunikasi
Telekomunikasi Mempunyai Pengertian Sebagai Teknik Pengiriman Pesan, Dari Suatu Tempat Ke Tempat Lain, Dan Biasanya Berlangsung Secara Dua Arah. ‘Telekomunikasi’ Mencakup Semua Bentuk Komunikasi Jarak Jauh, Termasuk Radio, Telegraf/Telex, Televisi, Telepon, Fax, Dan Komunikasi Data Melalui Jaringan Komputer. Sedangkan Pengertian Informatika Mencakup Struktur, Sifat, Dan Interaksi Dari Beberapa Sistem Yang Dipakai Untuk Mengumpulkan Data, Memproses Dan Menyimpan Hasil Pemrosesan Data, Serta Menampilkannya Dalam Bentuk Informasi.

*  E-Government
Admnistrasi Pemerintahan Secara Elektronik. Adalah Penggunaan Teknologi Informasi Yang Dapat Meningkatkan Hubungan Antara Pemerintah Dan Pihak-Pihak Lain. Salah Satu Contoh Penerapan Telematika Pada E-Goverment Di Indonesia Adalah E-KTP Yang Saat Ini Sedang Dilaksanakan Di Berbagai Wilayah Di Indonesia,Walaupun Dalam Pelaksanaannya Mengalami Berbagai Macam Kendala Namun Itu Merupakan Peningkatan Teknologi Di Indonesia.

*  E-Commerce
Transaksi Jual Beli Secara Elektronik. Merupakan Suatu Proses Pembelian, Penjualan, Mentransfer, Atau Pertukaran Produk, Jasa, Atau Informasi Melalui Jaringan Komputer Termasuk Internet.

*  E-Learning
Pendidikan Terbuka Dengan Metode Jarak Jauh. Merupakan Contoh Dari Berkembangnya Dunia Pendidikan Dari Cara Konvensional (Tatap Muka Di Kelas) Ke Cara Yang Lebih Terbuka Melalui Internet. Hal Ini Dapat Terjadi Karena Adanya Teknologi Telematika Yang Dapat Menghubungkan Pengajar Dengan Muridnya.
Semua Itu Mungkin Telematika Berbasis Web, Sedangkan Diluar Itu Masih Banyak Lagi, Seperti GPS (Global Positioning System), Kompas Digital, Sistem Navigasi Dan Lain Sebagainya. Mengingat Besarnya Penggunaan Telematika Dalam Berbagai Bidang, Maka Akan Banyak Memberikan Dampak Luas Bagi Masyarakat Umum, Khususnya Dalam Effisiensi Waktu Produktif, Pemerataan Distribusi, Menyuguhkan Banyak Pilihan Telematika Dan Sebagainya. Jadi, Dapat Disimpulkan Bahwa Tanpa Disadari Telematika Sebenarnya Telah Hidup Dalam Kegiatan Sehari-Hari Masyarakat Banyak Apa Lagi Jika Mengingat Semakin Pesatnya Perkembangan Teknologi, Maka Dampak Dari Telematika Ini Akan Semakin Besar Pula.

3. Arah Perkembangan Telematika Di Masa Yang Akan Datang
Perkembangan Telematika Saat Ini Juga Makin Terus Berkembang. Teknologi Semakin Canggih Dan Penggunanya Juga Semakin Ahli Dalam Memanfaatkan Perkembangan Yang Terjadi. Prospek Ke Masa Depan, Telematika Di Indonesia Memiliki Potensi Yang Tinggi, Baik Itu Untuk Kemajuan Bangsa, Maupun Pemberdayaan Sumber Daya Manusianya. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Juga Tidak Akan Kalah Dengan Perkembangan TIK Saat Ini. Perangkat Komputasi Berskala Terabyte, Penggunaan Multicore Processor, Penggunaan Memory Dengan Multi Slot Serta Peningkatan Kapasitas Harddisk Multi Terabyte Akan Banyak Bermunculan Dengan Harga Yang Masuk Akal. Komputasi Berskala Terabyte Ini Juga Didukung Dengan AksesWireless Dan Wireline Dengan Akses Bandwidth Yang Mencapai Terabyte Juga. Hal Ini Berakibat Menumbuhkan Faktor Baru Dari Perkembangan Teknologi. Antarmuka Pun Sudah Semakin Bersahabat, Lihat Saja Software Microsoft, Desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live Semua Berlomba Menampilkan Antarmuka Yang Terbaik Dan Lebih Bersahabat Dengan Kecepatan Akses Yang Semakin Tinggi. Hal Ini Ditunjang Oleh Search Engine Yang Semakin Cepat Mengumpulkan Informasi Yang Dibutuhkan Oleh Penggunannya.
Pada Akhirnya, Era Robotik Akan Segera Muncul. Segenap Mesin Dengan Kemampuan Adaptif Dan Kemampuan Belajar Yang Mandiri Sudah Banyak Dibuat Dalam Skala Industri Kecil Dan Menengah, Termasuk Di Tanah Air. Jadi, Dengan Adanya Teknologi Manusia Akan Terus Berkembang Sehingga Akan Ada Harapan-Harapan Tentang Masa Depan Yang Lebih Baik.


Tugas Smt7 pertemua 3 Telematika

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Seperti telah dijelaskan sebelumnya dalam artikel “Pengantar Telematika” yaitu pengertian tlematika itu sendiri. maka selanjutnya disini saya akan menjelaskan tentang Layanan-layanan yang terdapat pada Telematika.
Tools/Interface dalam Telematika
Nah, dalam layanan telematika disini kita tidak akan terlepas dari yang namanya interface untuk melakukan layanan telematika tersebut. Maka akan dijelaskan beberapa interface yang dapat digunakan dalam Telematika diantaranya sbb:
Interface dalam telematika meliputi banyak hal,salah satu nya adalah video conference. Layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320.
Perangkat-perangkat lainnya seperti : LCD Proyektor 7 9, Printer LazerJet/DeskJet/BubleJet 25 30, Ploter 1 1, Scanner 4 5, Digitizer. Salah satu fitur yang terdapat pada interface telematika seperti : Aplikasi Berbasis Web (berteknologi internet) yang tidak perlu diinstall di setiap client dan bisa jalan di sistem operasi apapun (Open System). Dari Aplikasi Keselamatan dan Keamanan misalnya: SOS, Kontrol Jarak Jauh, Tracking Otomatis, dll. Aplikasi navigasi : informasi Trafiki, Cuaca, GPS, dll. Aplikasi komunikasi : Handfree, SMS dan MMS, Video Call, dll.
Hiburan : Musik, Video, Game, dll. Di bidang kesehatan misalnya: Respon Kecelakaan, Rekam Medis, Manajemen Sumber Daya, konsultasi Jarak jauh, dll. Di bidang pemerintahan : Layanan Kependudukan, Catatan Sipil, SIM, dll. Bidang pendidikan : E-Learning, Informasi Akademik, Pendaftaran Online, dll
Sedangkan,Infrastruktur komunikasi untuk mendukung teknologi telematika antara lain adalah jaringan seluler (HP), jaringan Satelit, jaringan Siaran Radio/TV, jaringan Titik Akses dan lainnya.
Layanan Telematika
1. Layanan Telematika dibidang Informasi
Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat
Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.
2. Layanan Telematika di bidang Keamanan
Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website dihttp://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website . Semoga saja daerah-daerah lainnya yang tersebar diseluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin.
Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pula penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI, perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, dan penyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel, serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.
3. Layanan Context Aware dan Event-Based
Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
metode keamanan telematika
Salah satu contoh metode pengamanan terhadap layanan teleatika yaitu salah satu contohnya adalah sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video atau audio data yang di tembak oleh sebuah IP. Jaringan video atau audio metode browsing sesuai mencangkup langkah-langkah dari:
Menjalankan sebuah program splikasi komputetr local untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP
Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS (Dinamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
Mendapatkakn kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IO kamera dan control kamera IP melalui kamera IP pribadi
Yang terakhir kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehina untuk mendapatkan video atau audio dari yang ditembak oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.


http://chaerani-azis.blogspot.com/2013/01/tugas-3-pengantar-telematika_16.html

Minggu, 02 November 2014

PanzerKampfwagen VI Tiger I Heavy Tank


Salah satu tank Jerman paling terkenal dan ditakuti oleh pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II adalah PanzerKampfwagen VI Tiger I heavy tank. Tank dengan bobot sekitar 55 ton ini memiliki lapisan baja sampai setebal 100mm dan dipersenjatai dengan meriam kaliber 88mm yang mampu melumpuhkan semua tank milik pasukan Sekutu. Tiger I diproduksi sebanyak 1.347 unit dari tahun 1942 sampai dengan 1944, jumlahnya terhitung sedikit jika dibandingkan dengan reputasi maut tank ini yang sangat meruntuhkan moral pasukan tank Sekutu dalam Perang Dunia II.

Pada tahun 1937 Henschel & Sohn sebetulnya sudah mulai merancang heavy tank bagi pasukan lapisa baja Jerman, namun heavy tank ini hanya berupa prototype saja dan dilengkapi dengan turret. Setahun kemudian kembali dibuat prototype heavy tank, namun tidak dilanjutkan karena produksi tank Jerman dipusatkan pada pembuatan medium tank Panzer III dan Panzer IV. Dalam Battle of France tank-tank Jerman memang kesulitan menghadapi tank-tank Perancis dan Inggris yang memiliki lapisan baja tebal seperti Somua S-35, Char B1, atau Matilda I dan Matilda II. Namun Jerman menggunakan taktik pertempuran yang lebih bagus daripada Inggris dan Perancis sehingga tank-tank tersebut tetap dapat dilumpuhkan oleh pasukan Jerman.

Pada bulan Mei 1941 pimpinan militer Jerman meminta Henschel dan Porsche untuk merancang sebuah tank baru dengan bobot sekitar 45 ton dan dipersenjatai dengan meriam kaliber 75mm atau 88m. Sebulan kemudian Jerman melancarkan Operation Barbarossa, invasi ke Uni Soviet. Pasukan tank Jerman kaget ketika menghadapi tank-tank T-34 dan KV-1 Rusia yang sulit dilumpuhkan oleh meriam kaliber 50mm milik Panzer III atau meriam kaliber 75mm milik Panzer IV. Hanya meriam kaliber 88m yang bisa dikatakan mampu melumpuhkan heavy tank KV-1 milik Rusia sehingga diputuskan tank baru Jerman harus dipersenjatai dengan meriam tersebut.
Henschel dan Porsche kemudian membuat prototype heavy tank pada tahun 1942. Kedua prototype tersebut sama-sama menggunakan turret buatan Krupp dan dipersenjatai dengan meriam KwK 36 kaliber 88m. Selanjutnya kedua prorotype tersebut diperlihatkan kepada Adolf Hitler. 

Pada awalnya prototype tank buatan Porsche sempat terpilih menjadi heavy tank baru Jerman tersebut, namun karena desainnya yang sepintas mirip T-34 maka dikhawatirkan akan menimbulkan banyak insiden friendly fire di lapangan. Selain itu tank buatan Porsche banyak menggunakan tembaga, padahal tembaga sangat dibutuhkan untuk membuat persenjataan lainnya. Oleh karena itu maka akhirnya desain tank Henschel yang terpilih untuk diproduksi secara massal dan diberi designasi PanzerKampfwagen VI Tiger I.


tiger (P) porsche

Porsche sendiri sebetulnya sudah memproduksi 100 unit chassis untuk heavy tank tersebut. Tidak mau terbuang sia-sia, akhirnya 91 unit chassis tank tersebut dikonversi menjadi heavy tank destroyer Ferdinand (diambil dari nama Ferdinand Porsche) yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 88mm. Tank destroyer ini kemudian digunakan dalam Battle of Kursk tahun 1943, namun banyak yang berhasil dilumpuhkan pasukan Rusia atau mengalami kerusakan teknis. Ferdinand yang tersisa kemudian dimodifikasi dan ditingkatkan kemampuannya menjadi Elefant. Nama Elefant sendiri diberikan langsung oleh Adolf Hitler pada tahun 1944. Hampir seluruh Ferdinand dan Elefant digunakan dalam pertempuran di front Eropa Timur, terakhir kali digunakan dalam Battle of Berlin tahun 1945.


elefant/ferdinand tank destroyer

tampak belakang tiger(p)

Desain Tiger I sendiri sebetulnya mirip dengan Panzer IV. Tank ini tidak menganut desain sloped armor, namun lapisan bajanya sangat tebal sehingga sangat sulit ditembus oleh meriam anti tank pasukan Sekutu. Lapisan baja Tiger I mencapai ketebalan 100mm di bagian depan, 80mm dibagian samping, dan 120mm pada bagian turret. Lapisan baja ini jauh lebih tebal daripada Panzer IV yang hanya memiliki lapisan baja setebal 80mm di bagian depan dan 50mm di bagian turret. Sama seperti Panzer IV, Tiger I juga diawaki oleh lima orang.

Persenjataan utama Tiger I adalah meriam KwK 36 kaliber 88mm. Meriam ini memiliki muzzle velocity sampai 940 meter/detik dan dengan amunisi tipe APCBC mampu menembus lapisan baja setebal 91mm dari jarak 1,5 km. Dengan meriam tersebut maka sudah menjadi hal yang biasa jika Tiger I mampu melumpuhkan tank Sekutu dari jarak 1-1,5 km. Sementara tank-tank pasukan Sekutu harus bertempur dari jarak dekat untuk mampu melumpuhkan Tiger I. Hanya meriam 17 pdr milik Inggris yang secara teoritis mampu menembus lapisan baja Tiger I secara frontal dari jarak 1 km.




Walaupun secara teknis unggul dari tank-tank pasukan Sekutu, bukan berarti Tiger I juga tidak memiliki kelemahan secara teknis. Karena bobotnya yang berat, tank ini terhitung lamban dan tidak lincah. Biaya produksinya juga terhitung mahal di mana biaya produksi satu unit Tiger I sama dengan biaya produksi dua unit medium tank Panzer IV atau empat unit assault gun StuG III. Suspensi Tiger I yang menggunakan overlapping road wheels juga membutuhkan perawatan ekstra, terutama di daerah berlumpur atau bersalju.

Tiger I pertama kali digunakan dalam pertempuran di Leningrad pada tanggal 23 September 1942. Atas perintah Hitler, tank-tank ini langsung diterjunkan di medan pertempuran walaupun sebetulnya pada saat itu Tiger I sebetulnya masih berada dalam tahap pengembangan. Sebagai akibatnya banyak Tiger I yang mengalami kerusakan teknis atau dilumpuhkan oleh meriam anti tank Rusia. Tank ini sebetulnya sangat ideal untuk pertempuran di medan yang luas dan datar seperti dalam pertempuran di Afrika Utara. Namun karena jumlahnya yang terbatas hanya ada satu unit pasukan dengan Tiger I yang diterjunkan dalam pertempuran di Afrika Utara dan Tunisia, yaitu 501st Heavy Panzer Battalion.

Dalam struktur organisasi pasukan lapis baja Jerman, tank Tiger I tidak berada dalam satu divisi khusus lapis baja tetapi dalam separate heavy tank battalion. Hanya beberapa divisi lapis baja SS yang memiliki unit pasukan Tiger I dalam komando mereka. Karena terhitung lamban dan tidak lincah, maka biasanya setiap batalyon tank Tiger I memiliki satu kompi tank Panzer III yang bertugas melindungi konvoi heavy tank ini. Namun kompi tank Panzer III ini dihapus pada tahun 1943.

Keunggulan teknis Tiger I banyak dimanfaatkan untuk melumpuhkan tank-tank Sekutu dari jarak jauh. Oleh karena itu tidak heran jika banyak komandan tank Tiger I yang menjadi panzer ace dengan rekor 100 kills. Beberapa komandan tank Tiger I yang menjadi panzer ace antara lain Kurt Knispel (168 kills), Walter Schroif (161 kills), Otto Carius (150 kills), Johannes Bolter (139 kills), dan tentu saja Michael Wittman (138 kills). Walaupun tidak mencapai 100 kills, tetapi Franz Staudegger adalah salah satu panzer ace yang juga tidak bisa dilupakan. Dalam Battle of Kurks ia berhasil menghancurkan 22 tank Rusia hanya dalam satu hari sehingga ia kemudian menjadi awak tank Tiger I pertama yang dianugerahi Knight`s Cross oleh Adolf Hitler.

Pada awalnya pasukan Sekutu bisa dikatakan sama sekali tidak siap menghadapi Tiger I, namun akhirnya persenjataan anti tank pasukan Sekutu bisa melumpuhkan tank-tank ini. Rusia menggunakan heavy tank IS-2 dan assault gun SU-152, Ingggris memiliki meriam 17 pdr, dan Amerika Serikat akhirnya menggunakan tank destroyer M36 Jackson dan heavy tank M26 Pershing yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 90mm. Produksi Tiger I dihentikan pada tahun 1944 dan selanjutnya digantikan oleh Tiger II, walaupun Tiger I terus digunakan hingga Perang Dunia II berakhir.


PanzerKampfwagen VI Tiger I Ausf.E Heavy Tank
Crew : 5
Armament : 1 x 88mm KwK 36 L/56 gun (92 rounds), 2 x 7.92mm MG34 machine guns (4,800 rounds)
Length : 8.45 m (with gun), 6.31 m (hull)
Width : 3.70 m
Height : 3.00 m
Combat weight : 56,900 kg
Engine : 1 x 690 hp Maybach HL230 P45 petrol engine
Maximum road speed : 38 km/h 
Range : 110 km

ember:kaskus.co.id


PanzerKampfwagen V Panther Medium Tank

Ketika Jerman melancarkan Operation Barbarossa pada bulan Juni 1941, kekuatan utama pasukan tank Jerman adalah medium tank Panzer III dan Panzer IV. Sebagian besar Panzer III yang digunakan dalam operasi tersebut dipersenjatai dengan low velocity gun KwK 38 kaliber 50mm, sementara Panzer IV yang berfungsi sebagai fire support tank dipersenjatai dengan meriam laras pendek KwK 37 L/24 kaliber 75mm. 

Pada awalnya tank-tank Jerman tersebut mampu menghancurkan pasukan tank Rusia, apalagi gerak maju pasukan tank Jerman mendapat dukungan penuh dari Angkatan Udara Jerman. Namun pasukan tank Jerman mengalami kesulitan ketika harus berhadapan dengan heavy tank KV-1 dan medium tank T-34 milik Rusia. Untuk menghadapi tank-tank Rusia tersebut maka kemudian meriam KwK 38 pada tank Panzer III diganti dengan KwK 39 yang juga berkaliber 50mm, sementara meriam laras pendek KwK 37 L/24 pada Panzer IV diganti dengan meriam KwK 40 L/43. Penggantian persenjataan tersebut memang sedikit meningkatkan kemampuan tempur Panzer III dan Panzer IV, namun lapisan baja kedua tank tersebut hampir tidak mungkin untuk ditingkatkan sehingga pimpinan militer Jerman memutuskan untuk membuat tank baru guna menghadapi tank T-34 milik Rusia.

Tank baru Jerman tersebut mulai dikembangkan pada awal tahun 1942. Pada awalnya ada dua desain tank yang diajukan kepada Hitler, masing-masing dirancang oleh Daimler Benz dan MAN. Rancangan tank dari MAN yang akhirnya terpilih untuk memasuki tahap produksi dengan designasi Panzer V Panther. Tank ini diproduksi sebanyak lebih dari 6.000 unit dalam berbagai varian dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1945. Pada tahun 1946 dibuat lagi sebanyak 9 unit tank Panther yang kemudian digunakan untuk keperluan uji coba oleh pasukan Inggris.

Desain tank Panther sendiri sudah menggunakan slopped armor seperti T-34. Tank dengan lima orang awak ini dilindungi oleh lapisan baja sampai setebal 120mm. Sebagai persenjataan utama tank Panther adalah meriam high velocity KwK 42 L/70 kaliber 75mm. Walaupun hanya berkaliber 75mm, namun meriam ini memiliki muzzle velocity yang lebih baik dibandingkan dengan meriam KwK 36 L/56 kaliber 88 yang merupakan persenjataan utama heavy tank Tiger I. KwK 42 L/70 memiliki muzzle veolcity 1.120 meter /detik dan mampu menembus lapisan baja setebal 106mm dari jarak 2 km. Sementara KwK 36 L/56 hanya memiliki muzzle velocity 800 meter/detik dengan kemampuan menembus lapisan baja setebal 83mm dari jarak 2 km. Oleh karena itu maka Panther memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tank-tank musuh dibandingkan dengan Tiger I.

Debut pertempuran tank ini terjadi dalam Battle of Kursk pada bulan Juli 1943. Walaupun banyak tank Panther yang sebetulnya belum siap tempur, namun atas perintah Hitler maka kemudian sebanyak 200 unit tank Panther digunakan dalam pertempuran tersebut. Banyak tank Panther yang berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Rusia atau mengalami kerusakan teknis dan pada akhir pertempuran hanya tersisa 9 unit Panther yang bisa digunakan secara operasional. Namun tank-tank Panther Jerman berhasil menghancurkan 267 unit tank Rusia dalam pertempuran tersebut.

Salah satu keunggulan tank Panther dibandingkan tank-tank Rusia adalah meriam KwK 42 L/70 yang merupakan high velocity gun sehingga mampu menghancurkan tank-tank Rusia dari jarak jauh. Lapisan baja Panther juga secara frontal mampu bertahan dari tembakan meriam kaliber 76,2mm yang merupakan persenjataan utama tank T-34/76. Kemunculan tank Panther kemudian mendorong Rusia untuk memproduksi varian T-34/85 dengan persenjataan meriam kaliber 85mm, walaupun secara frontal meriam ini masih tidak sanggup menembus lapisan baja tank Panther. Merasa T-34/85 masih tidak cukup untuk menghadapi Panther, Rusia kemudian membuat tank destroyer SU-100 dan heavy tank IS-2 Stalin.

Walaupun secara teknis unggul dari tank-tank Sekutu, namun Jerman pada saat itu kekurangan bahan bakar untuk tank-tank mereka. Kekurangan bahan bakar ini juga mengakibatkan awak tank Jerman kurang mendapatkan latihan memadai, sementara mereka membutuhkan banyak awak tank untuk pertempuran di front Rusia dan Eropa Barat. Hal ini ditambah dengan serangan udara Sekutu yang hampir tidak mendapatkan perlawanan dari Angkatan Udara Jerman. Serangan udara Sekutu sebetulnya tidak banyak menghancurkan tank-tank Jerman, namun banyak menghancurkan jalur pengiriman logistik bagi pasukan tank Jerman. Hal ini mengakibatkan pasukan tank Jerman harus bertempur dengan awak yang tidak terlatih dengan kekurangan bahan bakar, amunisi, dan suku cadang.

Setelah pertempuran Normandia, Panther masih digunakan dalam jumlah besar dalam Battle of The Bulge pada bulan Desember 1944. Namun memasuki tahun 1945 hampir seluruh Panther yang ada ditarik ke front Eropa Timur untuk menghadapi serangan besar-besaran pasukan Rusia. Walaupun sempat menjadi mimpi buruk dan lawan yang cukup berat bagi pasukan tank Sekutu, namun kehadiran tank Panther tidak mampu menolong Jerman dari kekalahan dalam Perang Dunia II.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Perancis dan Rumania menggunakan tank Panther sampai dengan tahun 1950. Dari hasil mempelajari meriam KwK 42 L/70 yang digunakan pada tank Panther, Perancis berhasil membuat meriam CN75-50 yang kemudian digunakan sebagai persenjataan tank ringan AMX-13. Meriam tersebut juga digunakan Israel pada modifikasi tank Sherman menjadi M50 Super Sherman.




PanzerKampfwagen V Panther Ausf G Medium Tank
Crew : 5 (driver, radio operator/machine gunner, commander, gunner, loader)
Armament : 1 x 75mm KwK 42 L/70 gun (82 rounds), 2 x MG34 machine guns (5,100 rounds)
Length : 6.68 m
Width : 3.30 m
Height : 2.95 m
Combat weight : 44,800 kg
Engine : 1 x 700 hp Maybach HL 230 P 30 V-12 petrol engine
Maximum road speed : 46 km/h 
Range : 177 km
ember:kaskus.co.id

Tugas Pertemuan 2 "Fitur Layout Telematika"



Perkembangan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika
Konsep jaringan komputer lahir sekitar Tahun 1940-an di Amerika, dari sebuah proyek pengembangan komputer Model I di laboratorium Bell dan group riset di Harvard University, yang dipimpin oleh Prof. H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanya ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja maka dibuat proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program dapat dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.

Pada Tahun 1950-an, saat jenis computer mulai membesar hingga terciptanya super computer, maka sebuah computer harus melayani beberapa terminal. Untuk itu, ditemukan konsep distribusi proses yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Dengan demikian, bentuk jaringan (network) computer pertama kali diaplikasikan.

Selanjutnya, perkembangan jaringan komputer global dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga dapat saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Pada Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang diciptakan satu tahun sebelumnya untuk ARPANET. Program e-mail ini cukup mudah, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Pada Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.

Prkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat keras
Program yang digunakan pada perngkat wireless untuk mengakses internet antara lain meliputi: Sistem Operasi, Web Browser, E-mail Client (mail user agent) dan Instan Messaging Client.

Sistem Operasi yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan perangkat keras yang digunakan, perhatikan minimum hardware. Komputer dengan perangkat keras terbaru biasanya telah mampu menjalankan system operasi Windows XP atau Windows Vista. Selain menggunakan Windows XP atau Vista, anda juga bias menggunakan system operasi gratis seperti, Ubuntu, Open SusE dan mandriva. Untuk penggunaan macintosh biasanya telah terinstal system operasi Mac OS.



Sumber: http://faruqerfianto.blogspot.com


Web Browser Adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh web. Web sendiri adalah kumpulan jaringan berisi dokumen dan tersambung satu dengan yang lainnya, yang dikenal sebagai Word Wide Web (www). Contoh Web browser antara lain: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera dan Safri. Internet Explorer biasanya hanya tersedia pada sistem operasi windows dari sejak windows 9 sampai dengan windows vista. Sebaiknya, Mozilla firefox dan opera tersedia pada windows, mac OS maupun Linux. Safari dulu hanya tersedia untuk Mac OS, kini telah ada versi safari untuk windows.






Sumber: http://xyfon.com

E-mail Client berfungsi untuk mengelola e-mail. Contoh e-mail client antara lain Microsoft outlook express, Microsoft office outlook dan Mozilla thunderbird.


Instant messaging client sebagai sarana chatting, yaitu melakukan percakapan dengan saling mengirim dan menerima pesan berupa teks. Contoh instant messaging client adalah ICQ, Yhoo messenger, iChat dan pidgin.






Sumber: http://www.bloggerborneo.com/


Fitur Layout Telematika


Pada dasarnya, fitur layout telematika terbagi 6 macam fitur layanan antara lain :


1. Head Up Display System


Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer (kayaknya jaman dulu sampe sekarang teknologi itu dipakai militer dulu baru di kasih ke orang sipil, trus kapan orang sipil bisa punya teknologi?), sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.


2. Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.


3. Computer Vision Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.


4. Browsing Audio Data Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi
Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi
Compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.


5. Speech Recognition Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan (hebat, padahal kalo lagi di dikte sama dosen juga kita bisa ngubah suara jadi tulisan). Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.

6. Speech Synthesis Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.


Penggambaran Fitur Layout Telematika







Sumber: http://david-laisina.blogspot.com

Tugas Pertemuan 1 "Telematika"



Definisi dari telematika?


Berasal dari bahasa Perancis : "Telematique" (dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe).
Menurut Pengantar MK. Hukum Telematika FH UI
Istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau the net.

Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia
Teknologi Telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan Informatika. Senada dengan pendapat pemerintah, TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari TELE= telekomunikasi, MA = multimedia, dan TIKA = informatika.
Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL):
Telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia.
Secaa umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut:
Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).

Media komunikasi yang digunakan untuk telematika
Media yang digunakan dalam telematika yaitu hardware atau perangkat keras yang berguna sebagai pengirim dan penerima data, satelit digunakan sebagai sarana telematika kegunaan Satelit komunikasi menerima sinyal yang dipancarkan ke arahnya dari Bumi, dan mengirimkannya ke tempat lain, Contoh dari media komunikasi yang digunakan untuk telematika yaitu komputer, telephone, handphone, smartphone, televisi, radio, jaringan Internet, dan Global Positioning System (GPS).








Perkembangan telematika sebelum dan sesudah internet muncul


Perkembangan Telematika di Indonesia sebelum internet muncul
Periode Rintisan (berlangsung pada akhir tahun 1970an – akhir tahun 1980an). Pada periode rintisan ini penggunaan telematika sangat terbatas. Pada periode ini, masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.
Periode Pengenalan (berlangsung tahun 1980an). Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.





Perkembangan Telematika di Indonesia setelah internet muncul

Periode Pengenalan Telematika. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Periode Aplikasi. Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Harapan kedepannya penulis dengan adanya telematika di Indonesia
Menurut saya, telematika di Indonesia akan berkembang jauh lebih pesat dari sekarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya puluhan channel televisi, handphone yang dimiliki hampir setiap orang, berbagai situs internet yang memberikan informasi, dan situs internet yang menghubungkan komunikasi antar manusia mulai saat ini. Saya mengharapkan telematika di Indonesia dapat berkembang lagi seiring berkembangnya telematika di dunia, sehingga harapan saya untuk masyarakat Indonesia agar menggunakan telematika dengan baik dan bijak serta tidak di salah gunakan.

ember:http://www.kisutmengkerut.com/2014/10/tugas-pertemuan-1-telematika.html